Senin, 19 September 2016


Setiap kali selesai melaksanakan pertunjukan/lomba/konser/apapun yang membutuhkan proses
panjang dan disiplin, saya yakin hasilnya pasti akansebanding.
Indonesian Cultural Day PPI NCU 2016 mengingatkan saya akan hal ini.
Ketika hampir 3 bulan menyediakan diri untuk berdinamika bersama,
yang ada di benak saya hanya cerita tentang penemuan harta karun dari novel fiksi
karangan Paulo Coelho yang berjudul “The Alchemist”.
Seorang pemuda yang mengejar harta karunnya sampai ke negeri seberang
berpuluh tahun.
Sesampainya ia di tempat tujuan, ia pun tertawa dan tersadar bahwa harta karunnya
yang selama ini ia kejar bukanlah emas-berlian-permata ataupun uang,
namun pengalaman (baik suka dan duka), kesabaran, dedikasi pada tujuan,
fokus dan tentu saja.... proses.
Tidak heran pepatah lama mengatakan bahwa "hasil tidak akan mengkhianati usaha".
Sampai sekarang pun, kadang saya lebih suka sesuatu yang instan. 
Namun selain buku itu, saya ingat... ada seorang teman yang pernah memberi semangat
ketika saya bosan dengan proses. 
Kata dia dengan menggebu "hei, La.. bayanginnya itu bukan susahnya 
tapi BESOK kalo semua selesai dengan baik!! 
Ga usah terlalu ber opini cuma bikin pesimis!! Ga usah takut dulu dong, hajar aja!"..

Ketika memilih untuk belajar seismik lagi (mulai dari nol): "HAJAR aja.."

Ketika disuruh menari Bali (setelah terakhir menari waktu SMP): "HAJAR aja.."

Ketika disuruh melatih choir (setelah selalu dimarahin pelatih selama jadi anggota PSM UGM): 
"HAJAR aja.."

Ketika disuruh melatih drama (setelah terakhir ikut teater waktu SMA 
dengan peran anak durhaka dan Waktu kuliah teater monolog 
perempuan hamil di luar nikah): “HAJAR aja..”

Pernah suatu hari sehabis doa malam di salah satu gua Maria di Yogyakarta, 
di penghujung sharing keseharian, kekasih saya berkata 
“Sekarang aku lebih milih bilang IYA waktu dikasih tanggung jawab, 
terus langsung dijalanin aja, kebanyakan mikir malah bikin takut..”

Saya jadi tau tujuan orangtua saya mengenalkan semua kesenian, 
olahraga, dan pengetahuan alam kepada saya dari kecil. 
Menggerutu memang, malah saya sering lari ketika jadwal les musik, 
saya pura-pura bangun kesiangan ketika les nari waktu SD, 
saya marah-marah ketika bapak menjadwalkan latihan musik sehari satu jam,
apalagi pada jam belajar, pura-pura belajar tapi malah baca komik. HAHAHAHA...

Secara tidak langsung, mungkin orangtua saya berkata 
“Nduk, semua butuh dedikasi, butuh proses...” 
Karena kebetulan dulu saya masih kanak-kanak, 
jadi... bapak dan ibu cuma bisa nemenin latihan. Mungkin ini yang bikin saya “galak”.




After all, Terimakasih teman-teman yang memberi kesempatan berdinamika bersama terutama PPI NCU dengan ICD 2016 .. yang ngingetin kalau semuanya butuh proses, usaha, dedikasi, dan fokus...
Jadi garap Thesis pun juga butuh proses yang panjang..

0 komentar:

Posting Komentar