Bintang itu memancarkan cahayanya yang paling terang ke arahku.
Siapa sangka kalau bintang itu diberi nama Venus ?
Siapa sangka manusia era reneisans mampu berimajinasi dan menamai itu Venus?
Siapa yang pernah mengira kalau manusia bisa mencapai bulan ?
Bahkan siapa yang pernah tersadar bahwa bumi itu bukan pusat tata surya ?
Siapa yang mengira sistem tata surya itu berporos pada matahari ?
Aku berusaha menjejakkan langkah-langkah imajinasiku ke era dimana Aristoteles menjadi guru besarnya. Pada jaman itu , manusia mungkin tidak berani berpikir bahkan berimajinasi bahwa suatu ketika bisa menginjakkan kaki di permukaan benda luar angkasa yang kata ahli astronomi dunia modern adalah satelit alami bumi yang disebut bulan ? Begitulah, ilmu pengetahuan selalu berkembang, selalu menggembung, kadang menjadi tidak terkendali
Photo from http://naarazheng.deviantart.com/
Aku berusaha menjejakkan langkah-langkah imajinasiku ke era dimana Aristoteles menjadi guru besarnya. Pada jaman itu , manusia mungkin tidak berani berpikir bahkan berimajinasi bahwa suatu ketika bisa menginjakkan kaki di permukaan benda luar angkasa yang kata ahli astronomi dunia modern adalah satelit alami bumi yang disebut bulan ? Begitulah, ilmu pengetahuan selalu berkembang, selalu menggembung, kadang menjadi tidak terkendali
Pada jaman sekarang semua berkutat tentang alam yang dilihat dengan indera kita,
yang dilihat oleh akal kita...
Pada era dimana keTuhanan lagi Ngetren, moral, pengertian akan mana yang baik dan benar masih bisa dikendalikan.
Namun, ketika manusia mulai "curiga" dan "mencari" jawaban akan sumber yang tidak pernah terjawab, Sekedar informasi, pada abad Sebelum Masehi, sebelum Yesus dilahirkan, era Yunani kuno, Banyak hal, pertanyaan-pertanyaan yang berujung dengan jawaban yang belum pasti.
Pada saat itu belum ada agama. Mereka bilang sumber dari segala sumber itu namanya Sumber Formal. Namun semua itu masih terkendali, ketika ada seseorang yang sedikit gila bernama "Socrates" memberi ajaran tentang prinsip kebahagiaan yang sebenarnya.
Garis besarnya, Kebahagiaan itu didapat ketika kita berjalan sesuai hati nurani, ketika kita berlaku
sesuai wawasan yang benar.
Semua Pengendalian di era sebelum masehi yang berlangsung lancar bak jalan tol, Semakin diperkuat dengan munculnya Yesus (atau Era Sesudah Masehi). Ajaran-ajaran Filsafat kuno dikawinkan dengan Teologi iman, Manusia saat itu mendapatkan jawaban tentang apa itu Sumber yang sebenarnya. Era itu ada pencerahan, yang kita sebut dengan Tuhan. Tuhan dan iman memberi jawaban atas segala keanehan alam yang ditangkap oleh akal dan indera kita. Namun rupanya hal itu tidak membuat manusia puas.
human-being
Manusia memang dilahirkan sempurna, berakal, dan berpengetahuan. Manusia mempertanyakan Tuhan, mempertanyakan sumber yang sebenarnya, mulai menggali Filsafat Yunani Kuno dan mulai ber"Tuhan" pada pengetahuan. Era ini dinamakan era pertengahan. berlangsung setelah abad ke 16.
Penganut Renaisans mulai berkembang, mulai mencoba mengontrol alam sehingga membuat semuanya tidak terkendali. Teknologi, mesin cuci, pesawat, astronomi, perbankan mulai berkembang,
tapi saat itu mereka hanya memikirkan kemudahan yang dapat mereka rasakan tanpa memikirkan sesuatu yang bakal mereka bayar. Mungkin karena faham mereka "Pengetahuan adalah Penguasa" Francis Bacon.
Harusnya mereka tetap memegang teguh kendali yang diturunkan dalam sejarah mereka namun mereka lepas kendali dan terbuai atas segala kemudahan, pengetahuan, kemajuan, dan revolusi yang terbentuk.
God and Universe
Apa yang terjadi sekarang adalah apa yang sudah kita perbuat di masa lalu.Semua era memiliki masanya, memiliki sisi positif dan sisi negatifnya.Kita tahu bahwa tentang ilmu bumi, matematika, biologi, sosial, ekonomi ..Dulunya adalah sebatas imajinasi.Sampai pada dimana semuanya adalah hal empiris.Semua dijelaskan dengan metode penelitian yang rinci, mulai dari pengamatan, Pengalaman dan berakhir pada percobaanManusia mendapat hasil dari kesimpulan metodenya.Manusia dan pengetahuan bisa menghasilkan semuanya, menjawab semuanya,tapi tetap satu yang belum bisa dijawab.Asal muasal dari segala asal ! yang sering kita sebut dengan "Tuhan"Saya sendiri sadar dan paham dan percaya, walau saya tidak melihat,Bahwa segala macam hal yang terjadi dalam hidup saya dikontrol sama Tuhan.Tuhan mengontrol segala semesta termasuk alam.Tuhan menciptakan manusia sebagai titisannya di dunia untuk menjaga alam.yaaa... dan akhirnya saya menjawab...Manusia sangat bisa mengontrol alam, dengan memahami semua hal yang selaras dengan alam,Tanpa merusak siklus yang sudah terjadi, siapapun manusia itu, baik percaya Tuhan atau tidak !Karena siapapun manusia itu wajib sadar bahwa kehidupan bertumpu pada alam.Saya berusaha mengingat, bahwa mengontrol itu berarti menjaga agar tetap berada di takarannya.
RSS Feed
Twitter
11.40
Paulala
0 komentar:
Posting Komentar