Jogjaa..jogja,,jogja,,kota yang menemani seorang ayam yang belum tau arah tujuan. yah,,inilah aku seorang ayam yang masih mebutuhkan engkraman induk untuk menghangatkan tubuhku, untuk menjadi manusia yang penuh semangat dalam perantauanku.
hmm........
tapi apakah aku akan terus menjadi seekor anak ayam yang tak berani berjalan sendiri?
aku harus bergegas.
aku harus berjuang,
jogja semakin panas namun aku ingin panas jogja menjadi sumber panas endogen untuk ragaku.
panas endogen yang akan tererupsi ke luar alam sadarku, untuk memuntahkan lava panas yang semakin menggelegar di dalam tubuhku.ya..inilah yang kuharapkan.
aku berusaha menganalogikan semangatku dan pesimisku dengan dua bentuk yang jelas berlawanan.
Kadang, aku berpikir.. aku kangen rumah, aku nggak bisa apa-apa tanpa ibuku tercinta ( I love U ,..ibu) namun semakin lama aku semakin harus mampu menjadi seorang yang mandiri.
Aku nggak tau, kenapa tiba-tiba aku berpikir untuk menulis sebuah notes amburadul ini, mungkin karena aku udah nggak mau hidupku amburadul lagi .. atau malah aku mau ngeluarin aib?hhaaa.. tapi menurutku ini bukan aib kok. Ini adalah pengalaman berharga dalam hidup monotonku, yang akan memberi motivasi khususnya untuk kelanjutan hidupku sendiri.. aku nggak mau lagi melihat diriku yang monoton, nggak tau arah tujuan, dulu komitmenku berangkat ke jogja mau menjadi orang yang sukses, namun di tengah jalan, banyak sekalli yang menggodaku, kadang aku sendiri down dengan kesendirianku, dengan kebodohanku, dengan ke cupuanku, dan jelas aku minder dengan ke amburadulanku, namun ketika aku berpikir lagi jauh lebih dalam..jauh lebih dalam (“kayak katanya romi rafael..hhe) di titik pusat pemikiranku itu mendeskripsikan, bahwa aku nggak boleh menjadi yang rendah diri.. Itu bukan paula,, bukan juga ascaryani apalagi effrianto.. kata orang, paula yang mereka kenal adalah paula yang super semangat, nggak minderan,, tapi kenapa tiba-tiba aku menjadi yang seperti ini??benar ..aku merasa kecil sekali di sini..
Jogja, kota yang terlalu besar untuk seekor ayam seperti aku.
Itu analogiku tentang diriku.
Namun ketika aku berkaca, aku mendengar ada yang menyeletukkan majas ironi, “heh, badan mu itu nggak kecil, kenapa kamu bilang kecil?? Kamu juga punya talenta.. kenapa nggak kmu manfaatin? Coba liat,, tangan kamu utuh, kaki kamu siap menopang kemanapun kamu berjalan, mulut kamu dapat berbicara semua topik tentang yang kamu pikirkan…apa lagi yang kurang?? Apalagi yang bikin kamu minder? Kamu sama kayak ayam emangnya? Dasarrrr.. dudul…( *dudul = ngutip kata-kata si demit nie),,!”
Aku mikir lagi…(dari tadi mikir terus..nggak jelas!!)
Apa yang akan aku lakukan kemudian?
Apa aku tetap ingin menjadi seperti ini?
Hmmmmm………………………………
Aku manusia hebat kok..
Tiba-tiba suddenly..aku terperangah dan bermain dalam dunia lamunanku..
Aku tertarik pada satu bayangan..
Tapi belum begitu tampak, emm segera aku menaikkan derajat fokusnya dan intensitasnya, wah… memang sudah keliatan bayangannya..
Dia..Beliau…Ibuku,
Hhaaaaaa..
Ternyata, seorang ibu yang aku cintai!ibu yang kuat, bayangin aja, ibuku udah jadi ibu rumah tangga, cari uang juga, jam 9 malam baru pulang, abis itu masih juga nglanjutin tugas seorang istri ( thiiiiiiiiiiiiittttttttttttttttttttt,..sensor !!)….mulai saru ni..
Ahhh..kembali ke topik semula,
Ibuku kuat banget, nggak ada mindernya sama sekali, walaupun kadang pedenya overdosis..hhhaaa(maav bunda) wekk..tapi itu yang buat aku semangad lagi, aku nggak mau kalah sama bunda. Aku juga nggak mau ngecewain bunda..hiks..jadi sedih, kangen rumah!
Tapi aku harus semangad!
Kata bunda sie..
“selalu berjuang yah , demi masa depan, perjuangan masi panjang!! I love U , GBU”
Eaaaah….bundaku memang tahu caranya jadi motivator buat anak-anaknya!!
Bunda..i Love U too..hhe.
Doain anakmu ini!!
Jogja.. paula is coming back..
hhaaa
hmm........
tapi apakah aku akan terus menjadi seekor anak ayam yang tak berani berjalan sendiri?
aku harus bergegas.
aku harus berjuang,
jogja semakin panas namun aku ingin panas jogja menjadi sumber panas endogen untuk ragaku.
panas endogen yang akan tererupsi ke luar alam sadarku, untuk memuntahkan lava panas yang semakin menggelegar di dalam tubuhku.ya..inilah yang kuharapkan.
aku berusaha menganalogikan semangatku dan pesimisku dengan dua bentuk yang jelas berlawanan.
Kadang, aku berpikir.. aku kangen rumah, aku nggak bisa apa-apa tanpa ibuku tercinta ( I love U ,..ibu) namun semakin lama aku semakin harus mampu menjadi seorang yang mandiri.
Aku nggak tau, kenapa tiba-tiba aku berpikir untuk menulis sebuah notes amburadul ini, mungkin karena aku udah nggak mau hidupku amburadul lagi .. atau malah aku mau ngeluarin aib?hhaaa.. tapi menurutku ini bukan aib kok. Ini adalah pengalaman berharga dalam hidup monotonku, yang akan memberi motivasi khususnya untuk kelanjutan hidupku sendiri.. aku nggak mau lagi melihat diriku yang monoton, nggak tau arah tujuan, dulu komitmenku berangkat ke jogja mau menjadi orang yang sukses, namun di tengah jalan, banyak sekalli yang menggodaku, kadang aku sendiri down dengan kesendirianku, dengan kebodohanku, dengan ke cupuanku, dan jelas aku minder dengan ke amburadulanku, namun ketika aku berpikir lagi jauh lebih dalam..jauh lebih dalam (“kayak katanya romi rafael..hhe) di titik pusat pemikiranku itu mendeskripsikan, bahwa aku nggak boleh menjadi yang rendah diri.. Itu bukan paula,, bukan juga ascaryani apalagi effrianto.. kata orang, paula yang mereka kenal adalah paula yang super semangat, nggak minderan,, tapi kenapa tiba-tiba aku menjadi yang seperti ini??benar ..aku merasa kecil sekali di sini..
Jogja, kota yang terlalu besar untuk seekor ayam seperti aku.
Itu analogiku tentang diriku.
Namun ketika aku berkaca, aku mendengar ada yang menyeletukkan majas ironi, “heh, badan mu itu nggak kecil, kenapa kamu bilang kecil?? Kamu juga punya talenta.. kenapa nggak kmu manfaatin? Coba liat,, tangan kamu utuh, kaki kamu siap menopang kemanapun kamu berjalan, mulut kamu dapat berbicara semua topik tentang yang kamu pikirkan…apa lagi yang kurang?? Apalagi yang bikin kamu minder? Kamu sama kayak ayam emangnya? Dasarrrr.. dudul…( *dudul = ngutip kata-kata si demit nie),,!”
Aku mikir lagi…(dari tadi mikir terus..nggak jelas!!)
Apa yang akan aku lakukan kemudian?
Apa aku tetap ingin menjadi seperti ini?
Hmmmmm………………………………
Aku manusia hebat kok..
Tiba-tiba suddenly..aku terperangah dan bermain dalam dunia lamunanku..
Aku tertarik pada satu bayangan..
Tapi belum begitu tampak, emm segera aku menaikkan derajat fokusnya dan intensitasnya, wah… memang sudah keliatan bayangannya..
Dia..Beliau…Ibuku,
Hhaaaaaa..
Ternyata, seorang ibu yang aku cintai!ibu yang kuat, bayangin aja, ibuku udah jadi ibu rumah tangga, cari uang juga, jam 9 malam baru pulang, abis itu masih juga nglanjutin tugas seorang istri ( thiiiiiiiiiiiiittttttttttttttttttttt,..sensor !!)….mulai saru ni..
Ahhh..kembali ke topik semula,
Ibuku kuat banget, nggak ada mindernya sama sekali, walaupun kadang pedenya overdosis..hhhaaa(maav bunda) wekk..tapi itu yang buat aku semangad lagi, aku nggak mau kalah sama bunda. Aku juga nggak mau ngecewain bunda..hiks..jadi sedih, kangen rumah!
Tapi aku harus semangad!
Kata bunda sie..
“selalu berjuang yah , demi masa depan, perjuangan masi panjang!! I love U , GBU”
Eaaaah….bundaku memang tahu caranya jadi motivator buat anak-anaknya!!
Bunda..i Love U too..hhe.
Doain anakmu ini!!
Jogja.. paula is coming back..
hhaaa
RSS Feed
Twitter
00.54
Paulala
Posted in
0 komentar:
Posting Komentar