Kamis, 08 Mei 2014


Pernah pada suatu keadaan, temanku mendekat dan berbisik kepadaku. Dia bertanya , Apa yang disebut cinta?. Dalam hati aku tersenyum geli, sampai sekarang akupun tidak pernah mengerti apa dari definisi cinta yang sebenarnya. Setauku aku merasakannya dan aku tidak mampu mendefinisikannya.

Aku cinta ayahku, aku cinta ibuku, aku tidak bisa mendefinisikan rasa apa yang ada, namun yang aku tau aku merasa nyaman berada di samping mereka. Aku mencintai cilitos ( agen resmi dari kalangan menengah ke bawah “masalah hidung”), mereka adalah gerombolan orang ga cetho yang melengkapi kehidupanku, boleh dibilang mereka adalah sahabatku. (hai *lambai-lambai* buncit, tante, kecil), they are the real friends for me. Aku mencintai sahabat sebangku ku selama 3 tahun di sma, “hai sredek”. Aku juga cinta sahabatku yang menemaniku sebangku selama 3 tahun di smp , “hai berlian”. Aku yakin memang mencintai sahabatku dari usia ku di bawah 10 tahun sampai sekarang 2* tahun, “hai kriwil”. Dan sahabat-sahabatku lainnya yang benar-benar aku cintai. Aku bahagia di samping mereka, aku tentram di samping mereka, pikiran saya positif ketika tertawa bersama mereka.

Perasaanku, aku bahagia memiliki mereka, aku bersyukur diberi waktu untuk berkenalan dengan mereka. Walaupun pada suatu saat, dimana aku akan berpisah dengan mereka. Oke, ini hanyalah masalah waktu, masalah tempat. Hanya waktu dan tempat yang memisahkan kami. Eh.. bukan sekonyong-konyong dengan tanpa tujuan, namun dengan berbagai jenis harapan, cita-cita dan pengalaman yang kita simpan denga n rapat, sehingga disaat kami dipertemukan, kami mempunyai banyak agenda dan notes harian di “memori” kami yang akan kami ceritakan secara antusias. Dan YA, saya sangat menantikan cerita suka dan duka dari teman saya. Hanya saja, saya sangat menginginkan cerita suka lah yang dominan pada diskusi kami kelak.

 Apa yang salah dari cinta? Kalau pacaran, orang pasti mempersalahkan komitmen cinta, yah.. sering disebut dengan “KESETIAAN CINTA”. Mereka mempertanyakan masalah komitmen dan kesetiaan pada pasangannya. Namun apakah itu salah? Ketika suatu saat pasangannya mencintai orang lain ? kata orang, jatuh cinta itu tidak bisa dipersalahkan, namun menurutku orang yang salah dalam mencintai adalah, orang yang tidak mengerti skala prioritas dan tidak berani memilih pada skala prioritas tersebut.

Kata sahabat cilitosku bernama “kecil” : “cinta itu sesuatu yang hanya bisa dirasakan, tak bisa dinilai, tak bisa disalahkan. #halah. Ketika merugikan kedua belah pihak maka, itu bukan cinta ” Satu lagi argument kocak dari sahabat sebangku SMA ku, “sredek”, katanya : “ aku pisan.. koyoe cinta kui ga iso di logika”. Translate : dia menyetujui argumenku tentang cinta yang tidak bisa di definisikan, katanya lagi.. cinta itu tidak bisa di logika. Ini dia argument apatis tentang cinta dari seorang musisi yang kemungkinan besar lagi galau “mas How’s ma hai(soft r)” , kata dia : “ cinta itu intrik,manipulasi, perenggutan jiwa, pengkhianatan”. Ini dia , artis medan bernama mey berkata : “ cinta itu saling melengkapi satu sama lain”.

ascyni-2014



Kalau saya mengartikannya, cinta itu hukum alam yang paling available. Ketika kita memikirkanya, emosi kita akan berubah, bisa jadi berubah menjadi baik, bisa juga berubah menjadi buruk. Namun yang saya ingin garis bawahi di sini adalah : saya mengerti cinta, cinta ada pada semesta, semesta akan mendukung pola cinta kita, ingin pola nya jadi apa? Pikiran kita yang menentukan. Ada yang bertanya : “ bagaimana kita tahu pola pikir kita Cuma dengan cinta dan semesta ? “ , saya menjawab : ya, pikiran mempengaruhi emosi, perasaan. Kita sangat peka terhadap perasaan kita masing-masing, kalau perasaan kita baik, yah pikiran kita baik, lanjutkan.. kalau emosi kita buruk, ya pikiran kita negative, ubahlah haluan. Cinta bisa saja merugikan, cinta tak bisa disalahkan, tak bisa dilogika, intrik manipulasi, semua itu Pikiran kita yang disebabkan oleh cinta. Pada dasarnya, menurut saya, cinta itu baik adanya. Namun pikiran kita memperburuk keadaannya, jadinya emosi kita buruk.

Cinta itu positif kok. Membuat senang, asalkan pikiran kita juga positif terhadapnya. Menurut saya, ini hukum sebab-akibat. Mungkin banyak yang tidak setuju, utarakan boleh kok dengan penuh cinta, saya akan mendengar.

Baca dari kanan ke kiri ya. Foto di ambil di pantai Kelor Manggarai Barat.


Diam 3 menit, memejamkan mata sambil tersenyum, raihlah perasaan, lihat cinta yang membawa pola bahagia dalam diri kita. Saya menulis ini karena mencintai semua orang di samping saya, semoga berkenan ya.. aku kamu kita saling mencintai.

Paula :)
Bintang itu memancarkan cahayanya yang paling terang ke arahku.
Siapa sangka kalau bintang itu diberi nama Venus ?
Siapa sangka manusia era reneisans mampu berimajinasi dan menamai itu Venus?
Siapa yang pernah mengira kalau manusia bisa mencapai bulan ?
Bahkan siapa yang pernah tersadar bahwa bumi itu bukan pusat tata surya ?
Siapa yang mengira sistem tata surya itu berporos pada matahari ?


Photo from http://naarazheng.deviantart.com/

Aku berusaha menjejakkan langkah-langkah imajinasiku ke era dimana Aristoteles menjadi guru besarnya. Pada jaman itu , manusia mungkin tidak berani berpikir bahkan berimajinasi bahwa suatu ketika bisa menginjakkan kaki di permukaan benda luar angkasa yang kata ahli astronomi dunia modern adalah satelit alami bumi yang disebut bulan ? Begitulah, ilmu pengetahuan selalu berkembang, selalu menggembung, kadang menjadi tidak terkendali

Pada jaman sekarang semua berkutat tentang alam yang dilihat dengan indera kita,
yang dilihat oleh akal kita...
Pada era dimana keTuhanan lagi Ngetren, moral, pengertian akan mana yang baik dan benar masih bisa dikendalikan.

Namun, ketika manusia mulai "curiga" dan "mencari" jawaban akan sumber yang tidak pernah terjawab, Sekedar informasi, pada abad Sebelum Masehi, sebelum Yesus dilahirkan, era Yunani kuno, Banyak hal, pertanyaan-pertanyaan yang berujung dengan jawaban yang belum pasti.
Pada saat itu belum ada agama. Mereka bilang sumber dari segala sumber itu namanya Sumber Formal. Namun semua itu masih terkendali, ketika ada seseorang yang sedikit gila bernama "Socrates" memberi ajaran tentang prinsip kebahagiaan yang sebenarnya.

Garis besarnya, Kebahagiaan itu didapat ketika kita berjalan sesuai hati nurani, ketika kita berlaku
sesuai wawasan yang benar.

Semua Pengendalian di era sebelum masehi yang berlangsung lancar bak jalan tol, Semakin diperkuat dengan munculnya Yesus (atau Era Sesudah Masehi). Ajaran-ajaran Filsafat kuno dikawinkan dengan Teologi iman, Manusia saat itu mendapatkan jawaban tentang apa itu Sumber yang sebenarnya. Era itu ada pencerahan, yang kita sebut dengan Tuhan. Tuhan dan iman memberi jawaban atas segala keanehan alam yang ditangkap oleh akal dan indera kita. Namun rupanya hal itu tidak membuat manusia puas.

human-being

Manusia memang dilahirkan sempurna, berakal, dan berpengetahuan. Manusia mempertanyakan Tuhan, mempertanyakan sumber yang sebenarnya, mulai menggali Filsafat Yunani Kuno dan mulai ber"Tuhan" pada pengetahuan. Era ini dinamakan era pertengahan. berlangsung setelah abad ke 16.

Penganut Renaisans mulai berkembang, mulai mencoba mengontrol alam sehingga membuat semuanya tidak terkendali. Teknologi, mesin cuci, pesawat, astronomi, perbankan mulai berkembang,
tapi saat itu mereka hanya memikirkan kemudahan yang dapat mereka rasakan tanpa memikirkan sesuatu yang bakal mereka bayar. Mungkin karena faham mereka "Pengetahuan adalah Penguasa" Francis Bacon.


Harusnya mereka tetap memegang teguh kendali yang diturunkan dalam sejarah mereka namun mereka lepas kendali dan terbuai atas segala kemudahan, pengetahuan, kemajuan, dan revolusi yang terbentuk.

God and Universe

Apa yang terjadi sekarang adalah apa yang sudah kita perbuat di masa lalu.
Semua era memiliki masanya, memiliki sisi positif dan sisi negatifnya.
Kita tahu bahwa tentang ilmu bumi, matematika, biologi, sosial, ekonomi ..
Dulunya adalah sebatas imajinasi.
Sampai pada dimana semuanya adalah hal empiris.
Semua dijelaskan dengan metode penelitian yang rinci, mulai dari pengamatan, Pengalaman dan berakhir pada percobaan
Manusia mendapat hasil dari kesimpulan metodenya.
Manusia dan pengetahuan bisa menghasilkan semuanya, menjawab semuanya,
tapi tetap satu yang belum bisa dijawab.
Asal muasal dari segala asal ! yang sering kita sebut dengan "Tuhan"

Saya sendiri sadar dan paham dan percaya, walau saya tidak melihat,
Bahwa segala macam hal yang terjadi dalam hidup saya dikontrol sama Tuhan.
Tuhan mengontrol segala semesta termasuk alam.
Tuhan menciptakan manusia sebagai titisannya di dunia untuk menjaga alam.
yaaa... dan akhirnya saya menjawab...
Manusia sangat bisa mengontrol alam, dengan memahami semua hal yang selaras dengan alam,
Tanpa merusak siklus yang sudah terjadi, siapapun manusia itu, baik percaya Tuhan atau tidak !
Karena siapapun manusia itu wajib sadar bahwa kehidupan bertumpu pada alam.
Saya berusaha mengingat, bahwa mengontrol itu berarti menjaga agar tetap berada di takarannya.
                Hari ini tanggal 15 Agustus 2013 , yang artinya Indonesia akan mencapai usianya yang ke-68 dalam (kurang lebih) dua hari kedepan. Beberapa hari belakangan ini, banyak tontonan di televisi ataupun artikel di surat kabar yang meliput berbagai macam sejarah , baik secara statis maupun dinamis. Secara statis artinya media menayangkan berita tentang Indonesia dari segi perkembangan baik budaya, ekonomi, politik, pendidikan dan pembangunan. Sebagai contoh, contoh ini adalah skala kecil perkembangan pembangunan baik struktur maupun infrastruktur dalam transportasi, Jakarta merupakan daerah tinjauan observasinya, 2 hari yang lalu , saya memilih satu stasiun televisi, diliputnya perbandingan jalanan dan alat transportasi Jakarta dari jaman Belanda hingga jaman Jokowi. Dari becak, kereta uap, bajaj, bis tingkat hingga yang terlihat sekarang, transJakarta dan Monorel. Dari jalan tanah, jalan aspal, hingga jalan layang.

                Selanjutnya ini merupakan beberapa perkembangan dalam segi politik. Berhubung saya tidak mahir dalam dunia perpolitikan, saya hanya menulis yang sederhana saja ya, mulanya dari orde lama, beranjak ke orde  baru, memasuki reformasi dan demokrasi , yang “katanya” sih lagi in jaman ini. Pada era reformasi Indonesia, kita tidak bisa lupa juga, siapa yang berani mati? Anak Muda, Orang Muda, Mahasiswa kan. Dengan cara yang luar biasa, datang ke jalan, mempertaruhkan nyawa mereka. Peristiwa bersejarah tahun 1998, yang pada kala itu , saya pun belum paham benar harga barang, bahkan kalau orang dulu bilang ,kencing saja saya belum benar.

                Itu semua adalah peristiwa pasca kemerdekaan, kemudian Bagaimana peran pemuda sebelum kemerdakaan ? kita tentu ingat kan pada tanggal 9 Agustus 1945, ketika Bom besar jatuh di daerah Nagasaki Jepang (persis film wolverine), kala itu Jepang yang masih menjajah Indonesia mengalami kekalahan dengan pihak sekutu, dan saat itu Bung Karno dan Radjiman W. selaku ketua PPKI dan mantan ketua BPUPKI  terbang ke Vietnam untuk mendengar penyerahan kemerdakaan Indonesia oleh pihak Jepang. Bagaimana nasib mereka ? tidak ada yang tau mereka akan baik-baik saja atau malah hal negative terjadi. Dedengkot Indonesia meninggalkan tanah air tanggal itu. Kala itu ada pergerakan pemuda dengan Sutan Syahrir sebagai pelopornya. Dia sudah mendengar berita dari radio bahwa Jepang sudah dikalahkan oleh sekutu, pada saat itu. Tepat tanggal 10 Agustus. Sutan Syahrir lari menemui Chairil Anwar, secara diam-diam, mereka berdua mempublikasikan berita ini kepada kaum muda. Hal penting pertama yang kita dapat disini, di tanah air, yang mengetahui kesempatan terbaik untuk Indonesia merdeka adalah Orang Muda. Siapa yang berani menyadap radio luar negeri secara diam-diam kalo bukan Orang Muda?

                Beralih ke Dalat, Bung Karno dan Radjiman bernegosiasi dengan Jepang masalah “Hadiah” kemerdekaan Indonesia ini. Jepang memutuskan Indonesia merdeka pada tanggal 24 Agustus. Saat itu golongan pemuda tidak mau nurut, karena mereka yakin bahwa kemerdekaan ini bukan “hadiah” dari Jepang, dan Jepang tidak memiliki kewenangan untuk memberikan kemerdekaan ini sebagai “hadiah”. Terjadi percekcokan antara Golongan Muda dan Golongan Tua, dimana Golongan Muda sukanya terburu-buru dan Golongan Tua banyak perhitungan, orang muda ingin proklamasi segera diudarakan, bahkan Syahrir sudah menggandakan dan mengirimkan teks proklamasi ke seluruh penjuru  nusantara. Syahrir melakukan ini tanpa meminta persetujuan dari golongan tua. Di lain pihak , golongan tua memiliki banyak pertimbangan karena mereka tidak mau banyak pertumpahan darah ketika berjalan nya proklamasi.

                Saat itu terjadilah peristiwa Rengasdenglok, dimana orang muda secara diam-diam menculik Bung Karno dan Bung Hatta untuk membujuk dan menghindarkan mereka dari pengaruh Jepang. Ini merupakan suatu ide yang berani. Pada tanggal 16 Agustus bung Karno menyetujui keinginan pemuda dengan memastikan dahulu bahwa Jepang memang sudah kalah terhadap sekutu dengan bertanya langsung kepada tangan kanan Jepang di tanah Jawa, letnan Moichiro Yamato. Dan dari situ Bung karno mulai yakin bahwa jepang tidak berhak memberikan kemerdekaan kepada Indonesia sebagai “Hadiah”. Namun keberanian untuk memastikan terlebih dahulu inilah yang sangat amat wajib di beri acungan banyak jempol.

                Pada akhirnya, peristiwa proklamasi berjalan dengan baik pada tanggal 17 Agustus 1945 naskah proklamasi resmi di deklarasikan di depan ribuan bangsa Indonesia.


                Hal istimewa yang bisa saya ambil dari kutipan cerita ini adalah, Orang muda memiliki peran dominan dalam suatu sistem, bahkan dalam kemerdekaan Indonesia, namun kadang kala idelisme yang terlampau tinggi ini membuat mereka terlalu berambisi dan alhasil terburu-buru, atau bisa dibilang nekat. Bagaimana dengan orang tua? Coba kita bayangkan kalau pada jaman itu tidak ada golongan tua yang berangkat ke Dalat, bernegosiasi, dan memikirkan banyak pertimbangan yang dapat mengoptimalkan sistem ?.Yang baik di pelajari dari golongan tua adalah, sikap mereka yang tidak gegabah, banyak pertimbangan, mendengarkan dan memikirkan banyak pihak beserta segala kemungkinan yang terjadi.

                Baik golongan muda dan golongan tua memiliki karakter yang positif dan negatif, nah sudah mengerti bagaimana seharusnya kan ? sebagai Kaum muda kita juga wajib mendengarkan Orang tua, pertimabanga-pertimbangan mereka pastinya sudah dipikirkan secara matang. Semoga berikutnya generasi muda semakin menjadi generasi yang berani, penuh ambisi, idealis, penggerak perubahan namun dengan pemikiran yang cerdas, tidak gegabah dan tetap mendengarkan orangtua. (la2)

Sabtu, 15 Maret 2014

Dunia Itu Indah

Dunia itu indah,
Ketika kita mulai membungkukkan badan kita,
Dan mulai merenung.
Dunia itu indah,
Ketika kita senantiasa menyadari
Hal – hal kecil yang paling indah, dan selalu terjadi pada diri kita
Dunia itu indah,
Ketika kita tidak selalu curiga
Dan lebih membuka diri untuk menerima dan percaya
Dunia itu indah,
Ketika tidak ada secuilpun kata di dalam diri kita..
Yang berani berpikir untuk merendahkan orang lain
Dunia itu indah,
Ketika semua perbedaan yang kita hadapi ,
Kita indahkan, Kita rasakan, Dan kita satukan,..

Karena menurut saya, perbedaan hanyalah kata yang diciptakan otak kita
Untuk memeta-metakan ciptaan Tuhan,
Memberi kasta tertentu pada kuasa Nya.
Bukan itu Tujuan Tuhan,
Tujuan Tuhan murni untuk membuat Dunia ini indah
Indah dengan perbedaan yang bersatu membentuk perdamaian.

14022014
Langkah-langkah Mungil Paula
Let’s pray for healing the world

Peace always be With Us

Rabu, 12 Maret 2014



BAHAGIA karena WAWASAN BENAR :D

Hari ini adalah suatu hari yang sangat berharga bagiku,
Ketika setiap kata yang hendak kuucap adalah rasa syukur.
Benar kata Socrates, salah seorang filsuf yunani kuno era sebelum Masehi
walaupun pada akhirnya dia menuju “kehidupan kekal” dengan prinsipnya,
Dia menceritakan bahwa ketika kita mengenal wawasan yang benar,
maka kita akan mengerti mana langkah benar yang harusnya kita lakukan, dan kita akan Bahagia
Manusia pastinya akan melakukan semua hal baik,
Karena pada dasarnya manusia diciptakan dengan semua hal baik yang menyertainya.
Manusia selalu memahami mana langkah benar yang seharusnya mereka kerjakan,
Kehendak baik inilah yang akan berujung kepada sesuatu yang membahagiakan.
Untuk apa kita melakukan semua hal yang tidak kita kehendaki ?
Hanya untuk menjadi tidak bahagia?

Bahagia dan tidak bahagia adalah bergantung kepada pilihan kita masing-masing
Ketika termenung di dalam gereja tadi sore pada akhir misa ekaristi mingguan,
Saya terkesima dengan beberapa cinta Tuhan yang layak saya syukuri
Terhitung dua minggu ini, saya bergumul, bersedih.
Ya maklum, saya hari ini adalah saya dengan predikat “pengangguran”
Menanti pekerjaan dengan klasifikasi sangat tinggi.
Keseharian saya adalah guru les privat anak SMA kelas 3,
Sekali pertemuan saya digaji 40 ribu, dengan kondisi saya yang seperti ini,
Saya harus berjuang keras untuk memenuhi semua kebutuhan sehari-hari saya
Saya harus berjuang keras untuk membeli makan , membeli pulsa internet,
Membayar listrik kos,
Saya sudah berkomitmen untuk belajar mandiri tanpa bergantung kepada orangtua
Sudah saatnya kedua orangtua saya memikirkan masa tua mereka,
Tanpa terbebani kehadiran saya.
Uang yang saya dapatkan sangatlah minim,
Dalam sehari saya maksimal mau tidak mau harus mengeluarkan 10.000 rupiah.
Saya tidak keberatan makan nasi sayur,
Utungnya saya hidup di Yogyakarta dengan biaya terendah sekali makan 3500 rupiah
Jadi sehari saya tetap bisa makan dua kali sehari .
Mampusnya adalah, ketika saya harus membeli bensin untuk satu-satunya modal bekerja saya
Yakni bensin untuk motor saya
3 hari sekali saya harus mengeluarkan 10.000 rupiah, 20.000 dalam seminggu
Jadi dalam sebulan rata-rata minimum pengeluaran saya adalah 390rb-450rb rupiah.
Menilik pendapatan saya, saya sekarang mengajar siswa SMA , dalam 2 minggu total ada 9 pertemuan
Jadi dalam sebulan saya bisa mendapat pemasukan 720 ribu rupiah.
Sudah lebih dari cukup sebenarnya untuk mencukupi kehidupan saya,
Cukup tapi ngepres

Kontras sekali dengan kehidupan saya sebelumnya,
Saya mahasiswa masih menerima uang pasokan perbulan dari orangtua saya
1 jt sampe 1,2 jt perbulannya, belum lagi beasiswa sampai bernilai 600rb perbulan,
Selama mahasiswa saya bisa mendapat sampai 1,6jt perbulan,
Tapi apa yang saya lakukan,
Saya selalu merasa kurang, saya selalu merasa Ngirit.
Tidak bahagia karena merasa selalu kurang
Padahal untuk hidup di jogja, itu lebih dari cukup

Mulai sekarang mata saya terbuka,
Saya sadar bagaimana cara menghargai hal kecil,
Mulai dari uang dengan nominal 500 rupiah,
Kembalian dengan nominal 100 rupiah
Sekarang semuanya sangat amat berarti bagi saya
Ketika 2 bulan yang lalu, saya marah-marah ketika makan nasi tempe
Dan selalu menjelajah tempat makan yang borjuiss
Sekarang saya mulai merasa luar biasa bahagianya
Saya bisa makan dengan menu ngirit  sesederhana ini ini
Saya masih bisa kenyang, dan ternyata lauk ini enaknya luar biasa
Lauk ini sangat istimewa
Walau hanya nasi sayur,
Walau hanya nasi tempe
Saya bertanya-tanya dalam hati, sambil makan, sambil nangis, untungnya ga kesedak ya
Apa ya yang menyebabkan makanan ini berbeda rasa dahulu dan sekarang ?
Beberapa menit kemudian,
Saya tersedak sambil tertawa..
Yapss..
Hari ini saya makan dengan penuh rasa syukur,
Dengan penuh kebahagiaan,

Sejujurnya bukan materi, daging, atau makanan mahal yang bisa buat kita bahagia
Namun, ketika kita menikmati makanan itu sambil tersenyum, dan bersyukur.
Rasanya mungkin luar biasa lezatnya

Saya menceritakan ini bukan berarti saya minta dikasiani,
Namun saya ingin ber curhat, kalau uang itu bekerja kepada kita,
Ketika kita memperlakukannya dengan baik.
Dalam arti lain,
Materi atau duniawi kehidupan akan memberi pelajaran kepada kita,
Ketika kita paham betul cara berlaku baik, menghargai dan mengontrol semuanya
Tentu dengan pusat yang kekal, yakni prinsip dan nilai.

Pelajaran tambahan hari ini (perpaduan filsafat Socrates dengan iman)
Bersyukur adalah kehendak baik yang mendekatkan batin kita kepada sesuatu yang disebut Kebahagiaan
Dekat dengan Tuhan bisa bikin bahagia. He he he

Langkah-Langkah Kecil Paula