Pernah pada suatu keadaan, temanku mendekat dan berbisik kepadaku.
Dia bertanya , Apa yang disebut cinta?. Dalam hati aku tersenyum geli,
sampai sekarang akupun tidak pernah mengerti apa dari definisi cinta
yang sebenarnya. Setauku aku merasakannya dan aku tidak mampu
mendefinisikannya.
Aku cinta ayahku, aku cinta ibuku, aku tidak bisa
mendefinisikan rasa apa yang ada, namun yang aku tau aku merasa nyaman
berada di samping mereka. Aku mencintai cilitos ( agen resmi dari
kalangan menengah ke bawah “masalah hidung”), mereka adalah gerombolan
orang ga cetho yang melengkapi kehidupanku, boleh dibilang mereka adalah
sahabatku. (hai *lambai-lambai* buncit, tante, kecil), they are the
real friends for me. Aku mencintai sahabat sebangku ku selama 3 tahun di
sma, “hai sredek”. Aku juga cinta sahabatku yang menemaniku sebangku
selama 3 tahun di smp , “hai berlian”. Aku yakin memang mencintai
sahabatku dari usia ku di bawah 10 tahun sampai sekarang 2* tahun, “hai
kriwil”. Dan sahabat-sahabatku lainnya yang benar-benar aku cintai. Aku
bahagia di samping mereka, aku tentram di samping mereka, pikiran saya
positif ketika tertawa bersama mereka.
Perasaanku, aku bahagia memiliki mereka, aku bersyukur diberi waktu untuk berkenalan dengan mereka. Walaupun pada suatu saat, dimana aku akan berpisah dengan mereka. Oke, ini hanyalah masalah waktu, masalah tempat. Hanya waktu dan tempat yang memisahkan kami. Eh.. bukan sekonyong-konyong dengan tanpa tujuan, namun dengan berbagai jenis harapan, cita-cita dan pengalaman yang kita simpan denga n rapat, sehingga disaat kami dipertemukan, kami mempunyai banyak agenda dan notes harian di “memori” kami yang akan kami ceritakan secara antusias. Dan YA, saya sangat menantikan cerita suka dan duka dari teman saya. Hanya saja, saya sangat menginginkan cerita suka lah yang dominan pada diskusi kami kelak.
Perasaanku, aku bahagia memiliki mereka, aku bersyukur diberi waktu untuk berkenalan dengan mereka. Walaupun pada suatu saat, dimana aku akan berpisah dengan mereka. Oke, ini hanyalah masalah waktu, masalah tempat. Hanya waktu dan tempat yang memisahkan kami. Eh.. bukan sekonyong-konyong dengan tanpa tujuan, namun dengan berbagai jenis harapan, cita-cita dan pengalaman yang kita simpan denga n rapat, sehingga disaat kami dipertemukan, kami mempunyai banyak agenda dan notes harian di “memori” kami yang akan kami ceritakan secara antusias. Dan YA, saya sangat menantikan cerita suka dan duka dari teman saya. Hanya saja, saya sangat menginginkan cerita suka lah yang dominan pada diskusi kami kelak.
Apa yang salah dari cinta? Kalau pacaran, orang pasti
mempersalahkan komitmen cinta, yah.. sering disebut dengan “KESETIAAN
CINTA”. Mereka mempertanyakan masalah komitmen dan kesetiaan pada
pasangannya. Namun apakah itu salah? Ketika suatu saat pasangannya
mencintai orang lain ? kata orang, jatuh cinta itu tidak bisa
dipersalahkan, namun menurutku orang yang salah dalam mencintai adalah,
orang yang tidak mengerti skala prioritas dan tidak berani memilih pada
skala prioritas tersebut.
Kata sahabat cilitosku bernama “kecil” : “cinta itu
sesuatu yang hanya bisa dirasakan, tak bisa dinilai, tak bisa
disalahkan. #halah. Ketika merugikan kedua belah pihak maka, itu bukan
cinta ” Satu lagi argument kocak dari sahabat sebangku SMA ku, “sredek”,
katanya : “ aku pisan.. koyoe cinta kui ga iso di logika”. Translate :
dia menyetujui argumenku tentang cinta yang tidak bisa di definisikan,
katanya lagi.. cinta itu tidak bisa di logika. Ini dia argument apatis
tentang cinta dari seorang musisi yang kemungkinan besar lagi galau “mas
How’s ma hai(soft r)” , kata dia : “ cinta itu intrik,manipulasi,
perenggutan jiwa, pengkhianatan”. Ini dia , artis medan bernama mey
berkata : “ cinta itu saling melengkapi satu sama lain”.
ascyni-2014
Kalau saya mengartikannya, cinta itu hukum alam yang paling available.
Ketika kita memikirkanya, emosi kita akan berubah, bisa jadi berubah
menjadi baik, bisa juga berubah menjadi buruk. Namun yang saya ingin
garis bawahi di sini adalah : saya mengerti cinta, cinta ada pada
semesta, semesta akan mendukung pola cinta kita, ingin pola nya jadi
apa? Pikiran kita yang menentukan. Ada yang bertanya : “ bagaimana kita
tahu pola pikir kita Cuma dengan cinta dan semesta ? “ , saya menjawab :
ya, pikiran mempengaruhi emosi, perasaan. Kita sangat peka terhadap
perasaan kita masing-masing, kalau perasaan kita baik, yah pikiran kita
baik, lanjutkan.. kalau emosi kita buruk, ya pikiran kita negative,
ubahlah haluan. Cinta bisa saja merugikan, cinta tak bisa disalahkan,
tak bisa dilogika, intrik manipulasi, semua itu Pikiran kita yang
disebabkan oleh cinta. Pada dasarnya, menurut saya, cinta itu baik
adanya. Namun pikiran kita memperburuk keadaannya, jadinya emosi kita
buruk.
Cinta itu positif kok. Membuat senang, asalkan
pikiran kita juga positif terhadapnya. Menurut saya, ini hukum
sebab-akibat. Mungkin banyak yang tidak setuju, utarakan boleh kok
dengan penuh cinta, saya akan mendengar.
Baca dari kanan ke kiri ya. Foto di ambil di pantai Kelor Manggarai Barat.
Diam 3 menit, memejamkan mata sambil tersenyum,
raihlah perasaan, lihat cinta yang membawa pola bahagia dalam diri kita.
Saya menulis ini karena mencintai semua orang di samping saya, semoga
berkenan ya.. aku kamu kita saling mencintai.
Paula :)
RSS Feed
Twitter
11.40
Paulala

